HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Said Iqbal dalam jabatan barunya sebagai Penasihat Khusus Presiden yang fokus pada isu Ketenagakerjaan dan Buruh. Pelantikan ini menandai dimulainya peran strategis Said Iqbal dalam memberikan masukan langsung kepada kepala negara.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, segera memberikan pandangan mengenai agenda prioritas yang dinilai mendesak bagi Said Iqbal. Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan harmonisasi hubungan antara pekerja dan pengusaha di Indonesia.

Yahya Zaini menguraikan beberapa permasalahan ketenagakerjaan yang memerlukan perhatian serius dari penasihat khusus yang baru dilantik tersebut. Isu-isu ini dianggap fundamental dalam menjaga stabilitas sektor ketenagakerjaan nasional.

"Beberapa tugas penting yang perlu mendapat perhatian dari penasihat khusus Presiden di bidang ketenagakerjaan, antara lain, masalah pekerja asing, perjanjian kerja waktu tertentu, masalah pengupahan dan masalah PHK," ujar Yahya Zaini kepada wartawan pada hari Selasa, 9 Juni 2026.

Penekanan khusus diberikan pada isu pengupahan yang sering menjadi titik sensitif dalam dinamika hubungan industrial di berbagai daerah. Selain itu, masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga menjadi sorotan utama yang harus ditangani secara komprehensif.

Yahya Zaini menyampaikan harapan besar agar Said Iqbal mampu menyajikan rekomendasi yang mendalam dan menyeluruh kepada Presiden. Masukan ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pengambilan kebijakan di tingkat eksekutif.

Hal ini sangat relevan terutama menjelang adanya rencana revisi atau perubahan signifikan terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sedang dibahas oleh pemerintah dan DPR. Masukan dari penasihat khusus dinilai krusial dalam proses legislasi tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, penunjukan ini diharapkan mampu menjembatani kepentingan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berkelanjutan ke depan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.