HOTNEWS.ID - Amerika Serikat telah menetapkan jadwal persidangan untuk mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, yang akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2027.
Penetapan tanggal persidangan ini merupakan hasil dari kesepakatan yang dicapai bersama antara pihak jaksa penuntut dan tim penasihat hukum kedua belah pihak. Keputusan ini menjadi perkembangan signifikan dalam kasus hukum internasional yang melibatkan tokoh politik Venezuela.
Mantan pemimpin Venezuela yang kini berusia 63 tahun tersebut, bersama dengan istrinya, telah menjalani penahanan selama lebih dari tujuh bulan di sebuah fasilitas penjara di Brooklyn. Selama periode penahanan ini, keduanya telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan yang dihadapi.
Tuduhan utama yang dikenakan kepada Nicolas Maduro dan Cilia Flores mencakup perdagangan narkoba federal serta kepemilikan senjata api. Dakwaan ini menjadi dasar dari proses hukum yang akan mereka jalani di Amerika Serikat.
Penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya terjadi pada tanggal 3 Januari lalu, langsung dari kediaman mereka yang berlokasi di Caracas. Peristiwa penangkapan ini menandai dimulainya serangkaian proses hukum yang berujung pada persidangan yang akan datang.
"Mantan pemimpin berusia 63 tahun itu beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditahan di sebuah penjara di Brooklyn selama lebih dari tujuh bulan," demikian dilaporkan AFP.
"Keduanya mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba federal dan kepemilikan senjata api," lanjut laporan tersebut.
"Maduro dan istrinya ditangkap dari kediaman mereka di Caracas pada 3 Januari lalu," demikian informasi yang disampaikan.
Dikutip dari AFP, keputusan mengenai jadwal persidangan ini diambil berdasarkan permintaan bersama dari pihak jaksa penuntut dan tim penasihat hukum.