HOTNEWS.ID - Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan terakhir Juni 2026 menunjukkan sebuah anomali yang menarik perhatian para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan gagal mempertahankan level psikologis 6.000, namun secara kontras, beberapa saham justru mencatatkan reli kenaikan yang signifikan.

Fenomena ini terlihat dari data statistik BEI, di mana beberapa saham berhasil membukukan keuntungan luar biasa, bahkan ada yang melonjak hingga 60% dalam periode mingguan tersebut. Kondisi ini terjadi di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif secara agregat.

Saham PT Bhakti Multi Artha Tbk. (BHAT) menempati posisi teratas sebagai top gainers pekan ini. Saham ini melesat tajam sebesar 60%, menambahkan 780 poin sehingga ditutup pada level Rp2.080.

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Pratama Widya Tbk. (PTPW) yang menunjukkan penguatan substansial sebesar 42,71%, atau setara dengan kenaikan 410 poin, yang membawa harganya mencapai Rp1.370. Kemudian, saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) menyusul dengan kenaikan 34,23%, bertambah 102 poin dari posisi sebelumnya Rp298 menjadi Rp400.

Daftar top gainers terus berlanjut dengan PT Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS) yang berada di urutan keempat setelah mencatat kenaikan 28,48%, dari Rp165 menjadi Rp212. Di belakangnya, PT Trust Finance Indonesia Tbk. (TRUS) juga mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 27,74%, ditutup pada harga Rp350.

Saham-saham lain yang turut meramaikan daftar kenaikan tinggi termasuk PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) yang menguat 26,73% ke level Rp128, dan PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) yang naik 23,86%, mencapai Rp32.700 dari Rp26.400. Sepuluh besar ditutup oleh saham PT Megapolitan Developments Tbk. (EMDE) naik 21,05% ke Rp69, PT Arthavest Tbk. (ARTA) menguat 20,91% ke Rp2.660, dan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP) dengan kenaikan 20,77% ke Rp1.250.

Kenaikan luar biasa pada saham-saham spesifik ini terjadi beriringan dengan koreksi tajam pada indeks secara keseluruhan. Selama sepekan itu, IHSG terperosok 4,55%, bergerak dari level 6.177,139 menjadi 5.896,134, yang menandakan kembalinya indeks di bawah batas psikologis 6.000.

Penurunan indeks ini juga berdampak pada total nilai kapitalisasi pasar BEI yang menyusut 4,51%, turun dari Rp10.788 triliun menjadi Rp10.302 triliun pada akhir pekan tersebut.

Aktivitas perdagangan juga menunjukkan perlambatan yang cukup terasa sepanjang pekan itu. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, memberikan keterangan mengenai penurunan volume transaksi.