HOTNEWS.ID - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah menjalin sinergi strategis dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam upaya memajukan dunia penelitian di Indonesia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peluncuran sebuah inisiatif pendanaan riset yang cukup besar bagi ekosistem pendidikan Islam nasional.
Inisiatif pendanaan bersama ini secara resmi dikenal dengan nama MoRA the AIR Funds. Program ini dirancang untuk membuka peluang akses pendanaan riset yang substansial bagi para peneliti yang berada di lingkungan akademis terkait.
Tujuan utama dari program kolaborasi antara LPDP dan Kemenag ini adalah untuk mengakselerasi lahirnya inovasi-inovasi baru yang berkualitas. Fokus utama diarahkan pada perguruan tinggi keagamaan Islam serta fakultas-fakultas agama Islam yang ada di perguruan tinggi umum.
Program MoRA the AIR Funds ini menawarkan kucuran dana riset dengan nilai fantastis, mencapai batas maksimal hingga Rp2 Miliar untuk setiap proposal yang disetujui. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua lembaga dalam meningkatkan mutu penelitian.
Bagi para akademisi dan peneliti yang berminat untuk memanfaatkan kesempatan ini, batas waktu pengajuan proposal telah ditetapkan. Para pemohon harus memastikan proposal mereka terkirim sebelum tenggat waktu yang ditentukan.
Tenggat waktu pengajuan proposal penelitian dalam program kolaborasi ini adalah hingga tanggal 24 Juni 2026 mendatang. Penetapan batas waktu yang cukup panjang ini memberikan waktu yang memadai bagi para akademisi untuk menyusun proposal berkualitas.
Kemendikbudristek Resmi Gelar OSN 2026, Kecerdasan Buatan Jadi Fokus Baru Kompetisi Sains
Dilansir dari INFOTREN.ID, program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung penelitian unggulan bertema keislaman. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing riset Indonesia di kancah global.
"LPDP bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan sebuah inisiatif pendanaan riset yang signifikan bagi ekosistem pendidikan Islam," demikian disampaikan dalam keterangan resmi mengenai program tersebut.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa program inovatif ini secara spesifik dikenal dengan nama MoRA the AIR Funds. Hal ini memberikan peluang besar bagi para peneliti di lingkungan akademis terkait untuk mendapatkan dukungan finansial.