HOTNEWS.ID - Marcelo Bielsa secara resmi telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan tim nasional Uruguay. Keputusan ini diambil menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih La Celeste pada ajang Piala Dunia 2026.

Peristiwa pengunduran diri ini ditandai dengan sebuah konferensi pers yang berlangsung sangat panjang di Montevideo. Konferensi pers tersebut menjadi ajang bagi pelatih berusia 70 tahun itu untuk menyampaikan refleksi dan rasa kecewanya terhadap perjalanan tim.

Menurut informasi dari Independent, sesi jumpa pers tersebut memakan waktu selama hampir dua jam. Bielsa menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan kata perpisahan yang terasa sangat personal dan mendalam kepada publik Uruguay.

Bielsa mengungkapkan bahwa momen perpisahan ini terasa sangat menyakitkan baginya. Ia merasa bahwa semua upaya komunikasi dan arahan yang telah disampaikan kepada para pemain seakan tidak memberikan dampak yang berarti selama turnamen berlangsung.

"Saya bisa pastikan bahwa tidak ada yang peduli terhadap pengetahuan saya. Saya tahu ketika ada orang yang peduli terhadap saya. Tapi tidak ada satupun yang dianggap penting, dalam keadaan apapun," ujar Marcelo Bielsa.

Kutipan tersebut mengindikasikan rasa sakit hati sang pelatih yang merasa bahwa instruksi dan filosofi kepelatihannya tidak diterima atau dihiraukan oleh para pemain inti timnas. Ia merasa bahwa segala upaya transfer ilmu telah sia-sia.

"Tidak ada yang tertarik terhadap cara saya. Saya sama sekali tidak ragu terhadap itu. Saya pernah bicara dengan orang lain dari Australia dan datang ke Montevideo untuk jadi pelatih. Saya katakan 'Ayo' dan dia menerima cara saya. Kini dia bekerja di sepak bola Uruguay. Hanya dia yang saya ingat punya ketertarikan itu," ucap Bielsa.

Kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama yang melatarbelakangi keputusan ini. Tim yang diperkuat Darwin Nunez dan kolega gagal meraih satu pun kemenangan di fase grup.

Uruguay hanya mampu mengumpulkan dua hasil imbang dan satu kekalahan, yang secara otomatis memaksa mereka tersingkir di babak penyisihan grup. Ini menandai tersingkirnya Uruguay di fase awal untuk kali kedua beruntun.