HOTNEWS.ID - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, dijadwalkan segera kembali ke Tanah Air dari Arab Saudi. Kepulangan ini dilakukan dalam rangka persiapan krusial untuk agenda rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Agenda utama kepulangan Menteri Irfan Yusuf adalah membahas secara mendalam evaluasi menyeluruh atas seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang baru saja rampung. Rapat penting dengan parlemen tersebut telah ditetapkan jadwalnya pada hari Selasa mendatang, tepatnya tanggal 10 Juni 2026.
Sementara Menteri Irfan pulang, sejumlah pejabat tinggi Kementerian Agama beserta petugas haji lainnya tetap berada di Arab Saudi. Mereka bertugas memastikan bahwa seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia, hingga kloter yang paling akhir, dapat berjalan dengan lancar dan aman.
"Tanggal 10 sudah ada rapat kerja dengan DPR, sehingga saya harus pulang. Saya siapkan beberapa yang perlu disampaikan ke DPR," ujar Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) pada hari Minggu, 7 Juni 2026.
Menteri Irfan menegaskan bahwa meski ia kembali ke Indonesia, pengawasan ketat terhadap operasional haji di Arab Saudi tidak akan terhenti. Beberapa direktur jenderal dari Kementerian Agama tetap diamanatkan untuk tinggal dan memantau semua tahapan pemulangan.
"Beberapa dirjen [direktur jenderal Kemenhaj] tetap kita tinggal untuk memantau bahwa kepulangannya berjalan lancar. Tetap kita tinggal di sini sebagian," tegasnya.
Rapat kerja dengan DPR merupakan langkah prosedural yang sangat penting pasca berakhirnya fase puncak ibadah haji. Evaluasi ini akan mencakup peninjauan aspek layanan jemaah, manajemen transportasi, ketersediaan akomodasi, hingga dukungan administrasi perhajian secara keseluruhan.
Pembahasan evaluasi ini berlangsung paralel dengan fase pemulangan jemaah yang masih berlangsung aktif. Ribuan jemaah gelombang kedua masih berada di Arab Saudi untuk menyelesaikan rangkaian layanan akhir sebelum diterbangkan kembali ke berbagai daerah di Indonesia.
Gus Irfan mengingatkan seluruh petugas bahwa tugas pelayanan haji belum sepenuhnya berakhir meskipun ritual puncak telah usai. Ia menekankan pentingnya mempertahankan standar kerja yang telah ditunjukkan sejak awal pelaksanaan operasional haji.