HOTNEWS.ID - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan pencapaian laba bersih konsolidasi yang impresif sebesar Rp30,4 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 24,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja gemilang ini didukung oleh dua pilar utama: pertumbuhan bisnis inti yang solid dan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income. Kedua faktor ini menjadi penopang utama lonjakan profitabilitas bank pelat merah tersebut.
Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi salah satu motor penggerak. Bank Mandiri berhasil mencatatkan peningkatan DPK sebesar 17,1%, yang kemudian dikonversi secara efektif menjadi penyaluran kredit.
Pertumbuhan DPK tersebut berhasil diterjemahkan menjadi ekspansi penyaluran kredit yang mencapai 19,9%. Peningkatan aktivitas bisnis ini secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 8%.
Selain fokus pada ekspansi, Bank Mandiri juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berhasil ditekan hingga 0,98%.
Kualitas aset yang terjaga ini didukung oleh coverage ratio yang mencapai 242% dan rasio cost of credit (CoC) yang tetap rendah di level 0,52%. Ini menunjukkan manajemen risiko yang prudent dan efektif.
"Bank Mandiri mampu mempertahankan aset kualitasnya dengan baik dan ini juga sejalan dengan strategi Bank Mandiri yang fokus menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang prospektif dan resilient, sekaligus mendorong penguatan ekosistem bisnis dan dukungan kepada agenda strategis pemerintah sebagai agent of development," ujar Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy BMRI.
Pernyataan tersebut disampaikan Novita Widya Anggraini dalam paparan publik yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (23/7/2026).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi Bank Mandiri dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang memiliki prospek cerah dan ketahanan tinggi telah membuahkan hasil yang optimal.