HOTNEWS.ID - Komando Pusat Militer Amerika Serikat (AS) melaporkan telah melakukan pencegatan terhadap dua kapal komersial yang berupaya melintasi blokade laut yang diberlakukan di perairan Iran. Kejadian ini terjadi setelah blokade tersebut kembali diberlakukan oleh pasukan AS.

Peristiwa pencegatan ini diungkapkan oleh Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan resmi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas militer di wilayah tersebut terkait dengan kebijakan blokade.

"Sejak dimulainya kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran 17 jam yang lalu, pasukan AS telah mengalihkan dua kapal komersial yang mencoba menerobos blokade," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari Anadolu Agency. Pernyataan ini secara spesifik menjelaskan kronologi dan jumlah kapal yang dicegat.

Tindakan pencegatan ini merupakan bagian dari strategi militer AS untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang telah ditetapkan. Fokus utamanya adalah mencegah masuk atau keluarnya kapal dari pelabuhan yang menjadi target pembatasan.

"Militer AS tetap waspada dan siap untuk memastikan kepatuhan penuh," ujar CENTCOM dalam keterangan tersebut. Pernyataan ini menegaskan komitmen mereka untuk menjaga efektivitas blokade laut.

Pemberlakuan kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran ini menjadi latar belakang utama dari insiden pencegatan kapal komersial tersebut. Durasi pemberlakuan blokade, yaitu 17 jam sebelum kejadian, memberikan gambaran mengenai urgensi situasi.

Lokasi kejadian, yakni di perairan sekitar pelabuhan Iran, menjadi titik krusial dalam operasi militer yang dilakukan oleh pasukan AS. Penjagaan ketat diberlakukan untuk mengawasi aktivitas maritim di area tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026. Tanggal tersebut menjadi penanda waktu terjadinya operasi pencegatan yang dilaporkan oleh CENTCOM.

Saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas kedua kapal komersial tersebut atau tujuan spesifik mereka mencoba menerobos blokade. Namun, tindakan pencegatan menunjukkan adanya indikasi pergerakan yang dianggap melanggar aturan blokade.