HOTNEWS.ID - Sebuah insiden kekerasan serius mengguncang ketenangan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di mana seorang pria melakukan tindakan nekat membakar mantan istrinya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah tempat usaha angkringan yang menjadi lokasi korban mencari nafkah sehari-hari.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada akhir pekan lalu, tepatnya pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah hukum Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Korban dalam insiden ini telah teridentifikasi sebagai Siti Juhairiyah, seorang perempuan berusia 29 tahun. Dikonfirmasi bahwa Siti Juhairiyah sehari-hari bekerja dan melayani pembeli di warung angkringan tersebut sebelum serangan terjadi.

Motif di balik tindakan kekerasan ini diduga sangat personal dan emosional. Pihak kepolisian menduga bahwa aksi pembakaran dipicu oleh rasa cemburu yang mendalam dari pihak pelaku terhadap korban.

Pelaku diduga kuat merupakan mantan suami siri dari korban Siti Juhairiyah. Dugaan hubungan masa lalu inilah yang menjadi fokus utama dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat untuk mengungkap kronologi lengkap.

Kapolsek Pangkalan Banten, Iptu Agung Sugiarto, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan awal kasus ini kepada publik. Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian investigasi awal di lokasi kejadian.

"Korban diketahui bernama Siti Juhairiyah (29), seorang perempuan yang bekerja di kedai tersebut. Saat kejadian, korban sedang berjualan sebelum didatangi pelaku. Dugaan sementara pelaku merupakan mantan suami siri korban," ujar Iptu Agung Sugiarto.

Dilansir dari detikKalimantan, Senin (15/6/2026), insiden ini menggambarkan betapa berbahayanya jika masalah pribadi tidak terselesaikan dengan baik dan berujung pada tindakan kriminalitas yang fatal.

Saat penyerangan berlangsung, korban Siti Juhairiyah sedang menjalankan rutinitas hariannya yaitu berjualan di angkringan miliknya. Pelaku datang menghampiri korban sesaat sebelum aksi pembakaran itu dilakukan.