HOTNEWS.ID - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan pandangan mengenai rencana penyerahan jaket partai kepada Presiden Republik Indonesia ketujuh, Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini muncul seiring dengan spekulasi publik mengenai kedekatan antara Presiden dan partai tersebut.
Ahmad Ali menekankan bahwa prosesi penyematan jaket, atau istilah lain yang digunakan, pada dasarnya hanyalah sebuah bentuk seremoni belaka dalam konteks politik. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Ali saat dihubungi oleh awak media pada hari Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut pandangan PSI, kedekatan antara Jokowi dan partai tersebut sudah terjalin melampaui sekadar simbol fisik. Mereka melihat bahwa pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi mengenai PSI sudah cukup memberikan makna mendalam.
"Penjaketan atau apapun namanya itu, itu kan satu bentuk seremonial kan," ujar Ahmad Ali.
Ia melanjutkan bahwa substansi kedekatan tersebut sudah terbukti melalui berbagai pernyataan publik yang telah dibuat oleh Presiden Jokowi selama ini. Oleh karena itu, seremoni tersebut hanya bersifat pelengkap, bukan penentu utama afiliasi politik.
"Tapi sebenarnya kalau kemudian kita ikutin rangkaian runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu adalah satu bentuk pernyataan yang harusnya bisa dimaknai tentang apakah Pak Jokowi itu PSI atau bukan," kata Ahmad Ali.
Dengan demikian, PSI menyimpulkan bahwa jika ditelaah dari rekam jejak pernyataan resmi Jokowi, Presiden sudah dapat dianggap memiliki kedekatan substansial dengan semangat dan platform yang diusung oleh PSI. Prosesi penyerahan jaket hanya menjadi penegasan formalitas dari kedekatan yang sudah ada.
Dikutip dari sumber berita, pandangan Ahmad Ali ini menunjukkan bahwa bagi internal PSI, posisi Jokowi sudah sedemikian dekat hingga label 'bagian dari PSI' dapat disematkan meskipun tanpa atribut fisik partai.