HOTNEWS.ID - Sebuah insiden kekerasan yang mengejutkan terjadi di wilayah Sukamaju Baru, Depok, di mana seorang ibu dan anaknya menjadi korban pembacokan oleh seorang pelaku perampokan. Pihak kepolisian setempat telah bergerak cepat untuk mengamankan pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Peristiwa ini melibatkan seorang pria berinisial DR (28 tahun) yang kini berada dalam penahanan aparat penegak hukum. Penangkapan ini dilakukan setelah serangkaian penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian terkait insiden penyerangan yang terjadi di kediaman korban.
Menyikapi pertanyaan mengenai motif awal pelaku, terungkap bahwa DR awalnya datang ke lokasi dengan niat untuk melakukan pencurian. Tujuan spesifiknya adalah mengambil sebuah parang yang ia lihat tersimpan di rumah tersebut sebelum akhirnya terjadi insiden kekerasan.
Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi penangkapan dan motif awal tersangka. Menurut keterangan yang disampaikan, DR memiliki rencana spesifik terkait barang yang ia incar.
"Tersangka DR melihat ada parang yang jadi pajangan di rumah tersebut, diambil yang niatnya untuk berjaga-jaga," ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono kepada wartawan pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2026.
Setelah berhasil mengamankan parang yang diniatkan sebagai alat jaga diri, tindakan DR tidak berhenti di situ. Ia kemudian melanjutkan upaya pencurian dengan mencoba mencari barang berharga lainnya yang mungkin terdapat di dalam rumah korban.
Dalam proses pencarian barang curian tambahan tersebut, DR memasuki salah satu bagian rumah korban. Tindakan ini segera memicu konfrontasi yang tidak terhindarkan dengan penghuni rumah.
Situasi menjadi tegang saat DR mendapati bahwa salah satu korban, yaitu sang ibu, ternyata belum terlelap dan masih terjaga di dalam kamar. Hal ini kemudian berujung pada tindakan kekerasan dengan menggunakan parang yang telah ia ambil sebelumnya.
Dikutip dari keterangan resmi kepolisian, aksi pembacokan terhadap ibu dan anak tersebut merupakan eskalasi dari upaya perampokan yang gagal berjalan mulus karena korban masih terjaga.