HOTNEWS.ID - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menyampaikan perkembangan penting terkait pembicaraan antara dirinya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Netanyahu mengklaim bahwa Trump telah memberikan jaminan mengenai isi dari setiap kesepakatan nuklir di masa depan dengan Iran.

Inti dari jaminan tersebut adalah komitmen kuat dari pihak AS untuk memastikan material nuklir yang telah diperkaya oleh Teheran akan sepenuhnya dihilangkan. Pernyataan ini muncul setelah kedua pemimpin tersebut melakukan komunikasi intensif mengenai isu keamanan regional.

Netanyahu secara terbuka menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya yang dilakukan oleh Presiden Trump. Dukungan ini secara spesifik ditujukan pada inisiatif untuk membatasi baik program nuklir maupun pengembangan rudal balistik yang dimiliki oleh Republik Islam Iran.

Kantor Perdana Menteri Israel memberikan keterangan resmi mengenai hasil pembicaraan tersebut melalui platform X. Keterangan ini menggarisbawahi pentingnya langkah diplomatik yang diambil oleh administrasi AS saat ini.

"Meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman, perdana menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian akhir pada akhir negosiasi akan mencakup penghapusan material yang diperkaya," menurut kantor Netanyahu.

Keterangan tersebut menegaskan posisi Israel yang, meskipun bukan penandatangan langsung nota kesepahaman tersebut, sangat menghargai janji penghapusan material nuklir yang diperkaya. Hal ini menjadi indikasi positif bagi stabilitas kawasan.

Informasi mengenai komitmen ini disampaikan kepada publik pada hari Jumat, tanggal 12 Juni 2026. Pengumuman ini menjadi sorotan utama dalam dinamika hubungan internasional terkait isu proliferasi senjata pemusnah massal.

Dilansir dari AFP, pernyataan Netanyahu tersebut memberikan optimisme baru mengenai arah negosiasi yang lebih ketat terhadap kapabilitas nuklir Iran di masa depan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.