HOTNEWS.ID - Situasi kemanusiaan di Venezuela dilaporkan sangat memprihatinkan setelah wilayah tersebut diguncang oleh serangkaian gempa kembar yang berkekuatan dahsyat. Bencana alam ini menimbulkan kerusakan luas dan memaksa badan-badan internasional untuk segera turun tangan dalam operasi penyelamatan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher, menjadi salah satu pejabat yang memberikan pembaruan terkini mengenai dampak bencana tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas skala kehilangan dan tantangan yang dihadapi tim penyelamat di lapangan.
Fletcher memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa yang tercatat saat ini kemungkinan besar belum final. Ia memproyeksikan bahwa angka kematian akibat gempa kembar tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan seiring berjalannya waktu.
Saat ini, data menunjukkan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan besar dalam menanggulangi puing-puing bangunan yang runtuh. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.
"Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," ujar Tom Fletcher, menyoroti besarnya skala bencana.
Fletcher juga menekankan bahwa respons darurat yang sedang dijalankan di Venezuela merupakan sebuah operasi yang sangat rumit dan penuh hambatan. Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur memperburuk proses evakuasi dan distribusi bantuan.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher, dilansir AFP pada Sabtu (27/6/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral dan sumber daya yang memadai sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut. PBB terus mendorong negara-negara anggota untuk meningkatkan dukungan.
Dikutip dari AFP, informasi mengenai jumlah korban hilang dan meninggal ini disampaikan oleh Tom Fletcher pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.