HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia akan segera merealisasikan pembentukan sebuah Satuan Tugas (Satgas) atau kelompok kerja khusus yang berfokus pada bidang akademik dan riset nasional. Satgas ini dibentuk sebagai upaya strategis untuk menarik dan memanfaatkan talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh institusi perguruan tinggi di Indonesia.
Satgas Akademik ini direncanakan akan diisi oleh para akademisi mumpuni, termasuk guru besar, dosen, serta peneliti aktif dari berbagai universitas. Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga akan menjadi bagian integral dari kelompok kerja strategis ini.
Pembentukan Satgas ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi riset nasional yang menjadi prioritas utama pembangunan Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa program-program riset strategis pemerintah dapat terlaksana dengan dukungan keahlian ilmiah terbaik.
Ketua BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan hasil kolaborasi erat antara BRIN dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Kedua lembaga ini tengah fokus menyusun peta jalan riset Indonesia yang akan mencakup periode 2026 hingga 2045.
"BRIN punya agenda riset, dan kemudian misalnya soal satelit, ya kami pun juga perlu menarik talent-talent bagus, peneliti-peneliti bagus dari berbagai kampus, untuk bisa memperkuat proyek-proyek kami," ujar Arif Satria mengenai urgensi penguatan sumber daya manusia dalam riset.
Arif Satria juga menjelaskan bahwa keberadaan Satgas ini tidak akan tumpang tindih dengan fungsi operasional yang sudah dijalankan oleh BRIN. Sebaliknya, Satgas dipandang sebagai wadah sinergis untuk menyatukan dan menggaet para pakar terbaik dari lingkungan kampus.
Mengenai dukungan finansial, pendanaan operasional Satgas Akademik ini akan bersumber dari alokasi anggaran yang disiapkan oleh Kemendikti Saintek dan BRIN. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam membiayai inisiatif riset unggulan tersebut.
Riset yang menjadi fokus utama Satgas ke depan mencakup beberapa sektor krusial bagi pembangunan bangsa. Sektor-sektor tersebut meliputi pangan, energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, sumber daya air, kesehatan, serta kebutuhan perumahan nasional.
Selain sektor dasar tersebut, Satgas juga akan mendalami riset pada industri strategis yang membutuhkan inovasi mendalam. Industri yang dimaksud mencakup pengembangan sektor antariksa dan pemanfaatan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil.