HOTNEWS.ID - Tim nasional Inggris berhasil mengamankan tiket menuju babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah melalui perjuangan keras melawan tuan rumah Meksiko. Pertandingan krusial di babak 16 besar tersebut berakhir dengan skor ketat 3-2 untuk keunggulan The Three Lions.

Laga yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, pada Senin (6/7) pagi waktu Indonesia, tersebut menjadi ujian berat bagi skuad Inggris. Mereka sempat unggul dua gol berkat penampilan gemilang Jude Bellingham.

Namun, situasi berubah drastis di awal babak kedua setelah bek Jarell Quansah harus meninggalkan lapangan karena menerima kartu merah. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Inggris harus beradaptasi dengan tekanan tuan rumah.

Meksiko memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut dan berhasil membalikkan keadaan dengan memperkecil ketertinggalan skor menjadi 2-3. Inggris sempat terkurung dan harus mengerahkan seluruh kekuatan untuk mempertahankan keunggulan tipis tersebut hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih ternama Thomas Tuchel memberikan apresiasi mendalam terhadap semangat juang para pemain Inggris dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Tuchel menyoroti aspek mentalitas sebagai kunci kemenangan Inggris di laga krusial ini.

"Saya sangat bangga dengan mentalitas dan sikap tim yang sudah melewati babak 32 besar. Babak 16 besar adalah momen penting dalam turnamen ini di mana Anda menemukan cara untuk memenangkan pertandingan," ujar Tuchel seperti dikutip Reuters.

Tuchel menekankan bahwa kemenangan tersebut diraih bukan hanya karena taktik, melainkan karena semangat yang murni dari para pemain di lapangan. Menurutnya, tim telah berhasil mengatasi setiap rintangan yang menghadang di tengah pertandingan.

"Kami melakukannya dengan mentalitas dan semangat yang murni. Kami berhasil mengatasi setiap rintangan yang mengadang. Saya sangat bangga dengan mentalitas dan tekan tim ini," tambah Tuchel mengenai performa Inggris.

Pelatih asal Jerman itu menilai atmosfer pertandingan tersebut sangat intens, bahkan menyerupai laga final turnamen. Bermain dalam kondisi kekurangan pemain di ketinggian melawan negara tuan rumah yang kuat menjadikan pencapaian ini sangat signifikan.