HOTNEWS.ID - Perkembangan situasi konflik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam intensitas serangan pesawat tak berawak atau drone yang dilancarkan oleh pihak Ukraina terhadap wilayah Federasi Rusia. Serangan-serangan ini tidak hanya menyasar infrastruktur vital tetapi juga memiliki tujuan strategis yang lebih luas.

Serangan drone tersebut dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan semakin memperdalam penetrasi ke wilayah Rusia. Fokus serangan ini seringkali diarahkan pada fasilitas-fasilitas penting seperti kilang minyak dan pusat-pusat ekspor utama di negara tersebut.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara eksplisit mengemukakan analisis mengenai sasaran utama di balik gelombang serangan udara tak berawak ini. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh orang nomor satu Rusia tersebut dalam sebuah pertemuan resmi.

Pertemuan tersebut diadakan dengan para personel militer Rusia dan berlangsung di Kremlin, jantung pemerintahan Rusia. Momen ini menjadi kesempatan bagi Putin untuk memberikan pandangan resmi mengenai perkembangan terkini di garis depan dan wilayah belakang.

Putin menjelaskan bahwa agenda utama dari serangan drone Ukraina tersebut adalah upaya sistematis untuk mengganggu tatanan internal negara. Secara spesifik, ia menggarisbawahi bahwa serangan itu dirancang untuk menciptakan disrupsi sosial.

"Tujuan mereka adalah untuk menciptakan perpecahan dalam masyarakat Rusia, menabur kebingungan, dan menimbulkan kerusakan ekonomi," kata Putin kepada tentara Rusia dalam pertemuan di Kremlin dilansir AFP, Sabtu (13/6/2026).

Presiden Putin juga menyampaikan keyakinan penuh bahwa upaya Ukraina untuk mencapai tujuan destabilisasi tersebut tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan. Sikap ini menunjukkan keteguhan pemerintah Rusia dalam menghadapi tekanan eksternal.

"Tetapi mereka tidak akan berhasil," tambahnya, menegaskan bahwa masyarakat Rusia akan tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dilakukan melalui serangan drone tersebut.

Dikutip dari AFP, pernyataan tegas Presiden Putin ini memberikan konteks politik dan keamanan mengenai bagaimana Moskow menilai dampak dari eskalasi serangan drone tersebut terhadap stabilitas nasional mereka.