HOTNEWS.ID - Fenomena alam yang tak biasa kini tengah menjadi perhatian publik di Kabupaten Lebak, Banten. Musim kemarau yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan penyusutan drastis pada debit air di Bendungan Karian.

Akibatnya, pemandangan tak terduga pun tersaji. Sisa-sisa sebuah kampung yang sebelumnya terendam selama bertahun-tahun kini mulai terlihat jelas di permukaan air bendungan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa di balik hamparan air yang luas, tersimpan jejak kehidupan masa lalu yang kini kembali terkuak. Tembok-tembok rumah yang dulunya kokoh berdiri, kini tampak tanpa atap dan menjadi saksi bisu perubahan lanskap.

Kampung yang kini hanya menyisakan puing-puing tersebut dulunya merupakan kawasan yang padat penduduk. Keberadaan permukiman ini menambah dimensi historis pada bendungan yang menjadi sumber air penting bagi wilayah sekitarnya.

Lokasi kampung yang tenggelam ini berada di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Area ini merupakan bagian hulu dari bendungan.

"Lokasi di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, sudah di area hulu dan awalnya memang merupakan daerah permukiman padat," ujar Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Maretha Ayu Kusumawati.

Pernyataan tersebut mengkonfirmasi bahwa area tersebut memang dulunya merupakan permukiman yang ramai dihuni oleh masyarakat. Fenomena ini memberikan gambaran mengenai sejarah sosial dan geografis wilayah tersebut sebelum pembangunan bendungan.

Munculnya kembali kampung ini merupakan dampak langsung dari kondisi kekeringan yang dialami Indonesia seiring masuknya musim kemarau. Penurunan muka air bendungan menjadi faktor utama terkuaknya kembali sisa-sisa permukiman tersebut.

Peristiwa ini juga dapat menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan dampak pembangunan infrastruktur terhadap lingkungan serta masyarakat yang terdampak.