HOTNEWS.ID - Sebuah rekaman video yang menyebar luas di media sosial baru-baru ini berhasil menarik perhatian publik. Video tersebut menampilkan dua orang pria yang melakukan aksi mengetuk-ngetuk pintu rumah warga pada larut malam di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Kejadian yang terekam kamera ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, aksi tersebut dilakukan di saat sebagian besar warga tengah terlelap, menimbulkan rasa was-was akan potensi niat buruk.
Berdasarkan penelusuran visual dari rekaman yang beredar, terlihat jelas dua individu mengenakan jaket lengkap dengan helm. Mereka tampak mendatangi sebuah rumah dan mengetuk pintunya berulang kali.
Ketika penghuni rumah akhirnya merespons dengan membuka pintu, kedua pria tersebut justru memilih untuk segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Perilaku ini semakin menambah misteri di balik kedatangan mereka.
Narasi yang menyertai penyebaran video ini menyebutkan bahwa modus ketuk pintu tengah malam ini diduga memiliki tujuan tertentu. Ada dugaan bahwa salah satu pelaku, yang terlihat mengenakan jaket berwarna kuning, berupaya menyembunyikan sesuatu yang mencurigakan.
Spekulasi berkembang bahwa pelaku berjaket kuning tersebut mungkin membawa senjata tajam, berdasarkan gerak-geriknya yang terekam dalam video. Hal ini tentu saja meningkatkan tingkat kekhawatiran warga akan keselamatan mereka.
Peristiwa yang terekam pada Sabtu, 25 Juli 2026, ini dilaporkan terjadi di salah satu ruas Jalan Cibubur, Jakarta Timur. Lokasi kejadian yang spesifik ini menjadi informasi penting bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menanggapi keresahan publik, pihak kepolisian setempat segera melakukan penelusuran mendalam terkait insiden yang viral tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik aksi misterius ini.
"Kami telah menerima laporan mengenai adanya video viral tersebut dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif dan identitas pelaku," ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya, merujuk pada keterangan yang diberikan kepada media.