- HOTNEWS.ID - Lionel Scaloni, pelatih tim nasional Argentina, terlihat tak mampu menahan emosinya dengan menangis sesaat setelah timnya dipastikan gagal meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Momen kekalahan tersebut tampaknya memicu refleksi mendalam bagi sang arsitek tim.
Perjalanan Argentina di bawah asuhan Scaloni dalam turnamen akbar ini tidaklah mudah, meskipun mereka datang sebagai juara bertahan. Babak penyisihan grup pun menyajikan pertandingan yang cukup menantang bagi La Albiceleste.
Selama berlangsungnya pesta sepak bola dunia edisi ke-23 ini, Argentina kerap menjadi sorotan dan menerima berbagai komentar miring. Ada anggapan bahwa tim tersebut sering kali dibantu oleh keputusan wasit dan dianggap sebagai "anak emas" FIFA.
Namun, semua kritik dan ejekan tersebut seolah menjadi angin lalu bagi Scaloni. Ia secara konsisten berupaya membangun mentalitas juara dalam diri para pemainnya hingga mencapai partai puncak.
Sayangnya, di laga final, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol yang tampil lebih superior. Kekalahan ini menyisakan kesedihan mendalam bagi seluruh skuat dan para pendukungnya.
Tangis Scaloni pecah usai pertandingan tersebut, dan dalam momen emosional itu, ia memberikan isyarat bahwa ini bisa menjadi akhir dari perjalanannya bersama timnas Argentina. Kontrak sang pelatih sendiri masih menyisakan waktu enam bulan ke depan.
"Saya hanya bisa merenungkan apa yang telah kami lakukan untuk sampai di sini. Kami hebat dalam kemenangan dan kami juga harus hebat dalam kekalahan," ungkap Scaloni, mengutip dari Sport Es.
"Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu bagaimana caranya kalah. Terima kasih kepada semua orang karena kami telah memberikan yang terbaik. Mereka lebih baik," lanjutnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai masa depannya pasca Piala Dunia 2026, Scaloni yang kontraknya akan berakhir dalam enam bulan ke depan, memiliki opsi untuk bertahan atau mencari tantangan baru. Ia menyatakan perlu waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya.