HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan adanya prasyarat tegas dari pihak Washington terkait isu aset negara Teheran yang dibekukan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara eksplisit menyatakan bahwa proses pencairan aset tersebut tidak akan dilakukan sebelum tercapainya sebuah kesepakatan definitif dengan Iran.
Hal ini disampaikan langsung oleh Trump dalam sebuah sesi wawancara eksklusif yang menjadi sorotan publik internasional. Pernyataan ini menggarisbawahi posisi negosiasi AS yang menempatkan kemajuan substantif sebagai prasyarat utama bagi pelonggaran sanksi atau pencairan dana.
Informasi ini pertama kali diangkat ke publik pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah sebuah agensi berita internasional memberitakannya. Sumber informasi tersebut mengonfirmasi detail pernyataan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Gedung Putih tersebut.
Wawancara tersebut secara spesifik menanyakan kesediaan Trump untuk mencairkan sebagian aset Iran atau mencabut beberapa sanksi sebagai bagian dari langkah awal menuju kesepakatan potensial. Pertanyaan ini menguji fleksibilitas kebijakan luar negeri AS terhadap Teheran saat itu.
Menanggapi pertanyaan mengenai pencairan aset atau pelonggaran sanksi sebagai bagian dari negosiasi awal, Trump memberikan jawaban yang sangat tegas dan lugas.
"Tidak," jawab Trump dalam wawancara tersebut, menegaskan garis kerasnya terkait urutan langkah negosiasi yang diinginkan Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Trump menjelaskan mengenai skenario kapan pencairan aset tersebut dapat dipertimbangkan oleh pemerintahannya. Hal ini bergantung sepenuhnya pada perilaku dan komitmen yang ditunjukkan oleh pihak Iran di meja perundingan.
"Itu akan dilakukan setelahnya. Jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita akan mulai berbicara," kata Trump dalam wawancara dengan NBC, yang direkam Jumat lalu.
Dilansir dari AFP, pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai strategi negosiasi Trump, yaitu menunda insentif finansial signifikan sampai tercapai kepatuhan yang memuaskan dari Iran.