HOTNEWS.ID - Satuan Reserse Mobil (Satresmob) Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan sindikat yang diduga kuat berada di balik aksi pencurian modul Base Transceiver Station (BTS). Kejahatan ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas layanan bagi masyarakat.

Dampak paling dirasakan pelanggan adalah hilangnya akses sinyal telekomunikasi di berbagai wilayah. Ribuan pelanggan di sejumlah kawasan Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mengalami gangguan layanan akibat aksi pencurian ini. Hal ini tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan dan hambatan dalam aktivitas komunikasi sehari-hari.

Kerugian materiil yang ditimbulkan oleh komplotan pencuri modul BTS ini diperkirakan sangat besar. Pihak operator telekomunikasi mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit akibat perbuatan para pelaku.

"Akibat ulah komplotan ini, kerugian materiil yang dialami pihak operator telekomunikasi diperkirakan menembus Rp 60 miliar," kata Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026). Pernyataannya tersebut menyoroti skala kerugian yang ditimbulkan oleh sindikat ini.

Aksi pencurian modul BTS ini secara spesifik menyebabkan hilangnya sinyal di berbagai wilayah yang menjadi target operasi sindikat tersebut. Gangguan ini berdampak pada ribuan pelanggan yang bergantung pada layanan seluler.

Kerugian finansial yang dihitung dari nilai modul yang dicuri dan biaya perbaikan infrastruktur diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Angka ini mencerminkan besarnya nilai aset yang disasar oleh para pelaku.

"Akibat ulah komplotan ini, kerugian materiil yang dialami pihak operator telekomunikasi diperkirakan menembus Rp 60 miliar," demikian disampaikan oleh Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak ekonomi dari kejahatan tersebut.

Pengungkapan kasus ini oleh Satresmob Bareskrim Polri diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa. Upaya penegakan hukum ini menjadi langkah penting untuk melindungi infrastruktur telekomunikasi nasional.

Dampak hilangnya sinyal ini meluas ke berbagai area di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan sindikat tersebut beroperasi di beberapa wilayah krusial.