HOTNEWS.ID - Pergantian tampuk kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) setelah mengundurkan diri Gubernur Perry Warjiyo diprediksi akan memicu gelombang ketidakpastian di pasar keuangan dalam jangka pendek.
Pemerintah telah bergerak cepat dengan menunjuk Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, untuk mengisi kekosongan posisi tersebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI.
Namun, perhatian utama para pelaku pasar kini tertuju pada proses penunjukan gubernur definitif yang akan memimpin bank sentral ke depan.
Pihak analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, menyoroti bahwa momen pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah situasi pasar yang penuh gejolak.
Pergantian ini bertepatan dengan tingginya volatilitas global, menjelang rapat penting Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat pekan ini, serta meningkatnya tensi geopolitik di kancah internasional.
"Kami memperkirakan pergantian kepemimpinan ini dapat memicu ketidakpastian jangka pendek di pasar, terutama di tengah tingginya volatilitas global, menjelang pertemuan FOMC pekan ini, serta meningkatnya ketegangan geopolitik," ujar Andrey dalam risetnya pada Senin, 27 Juli 2026.
Meskipun demikian, Andrey Wijaya juga memberikan pandangan positif terkait penunjukan Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas.
Beliau menilai bahwa penunjukan Destry Damayanti dapat menjadi penjamin kepercayaan pelaku pasar terhadap keberlanjutan kebijakan moneter yang telah ditetapkan.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo ini menjadi sorotan utama pelaku pasar.