HOTNEWS.ID - Sebuah insiden tragis terjadi di wilayah perairan Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, yang mengakibatkan hilangnya tujuh penumpang dari sebuah kapal cepat atau speedboat. Peristiwa ini dipicu oleh kondisi laut yang tiba-tiba memburuk akibat hantaman gelombang besar.

Peristiwa nahas tersebut diketahui terjadi pada hari Kamis, 11 Juni 2026, tepatnya pada pukul 07.30 WIT. Lokasi spesifik kejadian berada di sekitar Perairan Pulau Dai, yang berdekatan dengan Desa Sinairusi, Kecamatan Babar Barat.

Speedboat yang membawa total sepuluh penumpang tersebut dilaporkan sedang dalam pelayaran rutin. Rute yang ditempuh adalah dari Desa Sanairusi menuju Desa Tepa sebelum insiden tak terduga itu menimpa mereka di tengah laut.

Dari total penumpang yang berada di atas kapal, tiga orang berhasil selamat dari insiden maut tersebut. Dua di antaranya diidentifikasi sebagai Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42), sementara satu korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, memberikan keterangan mengenai kronologi awal berdasarkan kesaksian para penyintas. Proses pencarian terhadap tujuh penumpang yang hilang terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan.

Menurut keterangan yang dihimpun dari para korban selamat, gelombang besar datang secara tiba-tiba dan menghantam kapal mereka dengan keras. "Menurut korban Yakop dan Ignasius, saat speedboat tiba di antara Pulau Dai dan Desa Tepa, tiba-tiba terjadi angin (yang memicu) gelombang dan menghantam badan speedboat," kata Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, dilansir detikSulsel, Sabtu (13/6/2026).

Kutipan tersebut menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem, khususnya angin kencang yang memicu gelombang tinggi, menjadi faktor utama tenggelamnya kapal cepat tersebut di perairan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian korban yang belum ditemukan masih menjadi prioritas utama aparat setempat.

Dilansir dari detikSulsel, kejadian ini menambah catatan kelam mengenai risiko perjalanan laut di wilayah kepulauan yang kondisi geografisnya rentan terhadap perubahan cuaca mendadak. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap prakiraan cuaca sebelum melakukan pelayaran.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.