HOTNEWS.ID - Wafatnya Putri Sulung Raja Thailand, Putri Bajrakitiyabha Mahidol, atau yang akrab disapa Putri Bha, telah dikonfirmasi oleh pihak istana kerajaan. Kabar duka ini sontak menimbulkan perhatian luas, terutama karena implikasinya terhadap masa depan suksesi takhta Thailand.
Putri Bha mengembuskan napas terakhirnya pada usia 47 tahun. Kematian ini terjadi setelah putri mahkota tersebut mengalami koma berkepanjangan selama kurang lebih tiga tahun terakhir hidupnya.
Peristiwa duka ini secara resmi diumumkan oleh pihak istana kerajaan Thailand. Pengumuman tersebut menjadi penanda akhir dari perjuangan medis yang telah dijalani oleh putri sulung Raja Vajiralongkorn tersebut.
Menurut informasi yang dirangkum dari Detikcom pada hari Jumat (12/6), Putri Bha secara resmi dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (11/6) malam. Tanggal ini menjadi catatan penting dalam kalender peristiwa kerajaan Thailand.
Putri Bha lahir pada tanggal 7 Desember 1978. Informasi mengenai tanggal lahir ini turut disampaikan oleh kantor berita internasional ternama seperti AFP dan BBC, sebagai bagian dari rekam jejak hidup sang putri.
Secara silsilah, Putri Bha merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Thailand saat ini, Raja Vajiralongkorn, dengan Putri Soamsawali. Statusnya sebagai putri sulung menjadikannya sosok penting dalam garis keturunan kerajaan.
"Putri Bha meninggal dunia, Kamis (11/6) malam," demikian disampaikan pihak istana mengenai waktu wafatnya putri mahkota tersebut.
Dilansir kantor berita AFP dan BBC, "Putri Bha lahir pada 7 Desember 1978." Pernyataan ini menggarisbawahi latar belakang kelahiran sang putri.
Kematian Putri Bha secara otomatis memunculkan kembali diskusi dan tanda tanya besar mengenai mekanisme suksesi dan siapa yang akan menjadi ahli waris takhta Raja Thailand selanjutnya.