HOTNEWS.ID - Kantor Presiden Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Gedung Putih, baru-baru ini mengumumkan perkembangan signifikan dalam hubungan diplomatik dengan Iran terkait isu nuklir. Perkembangan ini menandai langkah maju dalam negosiasi yang berupaya menstabilkan kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan yang dicapai adalah berbasis kinerja, yang berarti Iran harus terlebih dahulu memenuhi serangkaian konsesi sebelum menerima keringanan sanksi dari pihak Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dari Washington dalam memastikan kepatuhan penuh Teheran.
Seorang pejabat dari Gedung Putih memberikan rincian mengenai substansi kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. Pernyataan ini menggarisbawahi langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh pemerintah Iran.
Poin utama kesepakatan tersebut mencakup pembongkaran total program nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan internasional. Selain itu, material nuklir yang relevan akan dihancurkan dan dipindahkan dari wilayah Iran.
Pejabat tersebut juga menekankan bahwa aspek finansial akan diatur secara ketat dalam kerangka kerja ini. Dinyatakan bahwa "tidak ada uang mereka yang akan dilepaskan sampai mereka memenuhi kewajibannya," ujar pejabat Gedung Putih.
Lebih lanjut, kesepakatan ini juga menyentuh isu keamanan maritim dan regional yang krusial. Dinyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap dibuka untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran internasional.
Selain isu nuklir dan keamanan maritim, Teheran juga menyetujui langkah untuk menghentikan dukungan finansial kepada berbagai organisasi yang diklasifikasikan sebagai "kelompok teroris." Ini merupakan konsesi penting dalam upaya de-eskalasi regional.
Informasi mengenai kesepakatan ini dipublikasikan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Tanggal ini menjadi penanda dimulainya implementasi langkah-langkah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Dilansir dari Anadolu Agency, perkembangan ini menunjukkan adanya titik temu antara kedua negara yang selama ini memiliki hubungan tegang. Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas jangka panjang.