HOTNEWS.ID - Dalam arena olahraga ketahanan seperti lari maraton, fokus utama perhatian publik dan atlet seringkali tertuju pada potensi masalah kardiovaskular yang mungkin timbul. Namun, ada ancaman kesehatan kritis lain yang kerap terlewatkan, yaitu potensi kegagalan fungsi ginjal.

Organ vital ini ternyata memiliki kerentanan serius terhadap gangguan signifikan ketika tubuh dipaksa menjalani aktivitas fisik yang melampaui batas kemampuan adaptasinya. Kondisi ini kini menjadi sorotan penting bagi para atlet jarak jauh dan komunitas penggemar lari.

Salah satu pemicu utama yang dapat menyebabkan kolapsnya fungsi ginjal setelah menjalani aktivitas fisik ekstrem adalah kondisi medis yang dikenal sebagai rhabdomyolysis atau rabdomiolisis. Kondisi ini menjadi indikasi jelas adanya kerusakan masif pada jaringan otot tubuh.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, fokus yang terlalu sempit pada aspek jantung dalam lari jarak jauh telah mengabaikan risiko serius lainnya. Padahal, kerentanan ginjal terhadap dehidrasi dan kerusakan otot perlu mendapat perhatian setara.

Rhabdomyolysis sendiri merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan lisis (pecahnya) sel-sel otot rangka secara cepat. Proses ini melepaskan konten intraseluler otot, termasuk mioglobin, ke dalam aliran darah.

Pelepasan mioglobin dalam jumlah besar ini kemudian menjadi beban berat bagi ginjal untuk memprosesnya. Jika beban ini melebihi kapasitas pembersihan ginjal, kerusakan akut pada tubulus ginjal dapat terjadi, yang berujung pada cedera ginjal akut.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi atlet yang melakukan overtraining atau gagal mengelola asupan cairan dan elektrolit selama sesi latihan yang sangat panjang dan intensif. Hal ini memaksa tubuh bekerja pada titik ekstremnya.

"Kondisi ini menjadi sorotan penting bagi para atlet dan penggemar lari jarak jauh," demikian disampaikan dalam analisis mendalam mengenai isu kesehatan tersembunyi ini.

Lebih lanjut, artikel tersebut menyoroti bahwa ancaman ini bukan hanya milik pelari profesional, tetapi juga penggemar amatir yang meningkatkan intensitas latihan secara drastis tanpa persiapan fisiologis yang memadai.