HOTNEWS.ID - Momen unik nan mengundang tawa terjadi dalam pertandingan Grup Piala Dunia 2026 antara Paraguay melawan Turki, di mana pemain Paraguay, Matias Galarza, menjadi pusat perhatian publik. Aksi tersebut terjadi ketika pertandingan sempat mengalami jeda akibat adanya insiden tertentu di lapangan hijau.

Pemain yang mencetak gol tunggal kemenangan Paraguay itu terlihat memungut perangkat elektronik milik wasit Ivan Barton yang terjatuh di tengah lapangan. Kejadian ini langsung terekam kamera dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Alih-alih segera mengembalikan benda tersebut kepada pemilik sahnya, Galarza justru sempat mencoba memakai jam tangan wasit tersebut sejenak. Tindakan spontan ini kemudian memicu reaksi beragam dari para penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan.

Setelah beberapa saat, jam tangan tersebut akhirnya berhasil dikembalikan oleh Matias Galarza kepada wasit Ivan Barton, mengakhiri momen singkat yang sempat membuat suasana pertandingan menjadi sedikit berbeda. Cuplikan video dari aksi Galarza ini segera menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet di seluruh dunia.

Beberapa warganet menanggapi momen tersebut dengan serius, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai bagian dari hiburan dan dinamika ringan yang kerap muncul dalam sebuah kompetisi besar seperti Piala Dunia. Ini menunjukkan bagaimana interaksi antar pemain dan ofisial dapat menarik perhatian publik.

Pertandingan antara Paraguay dan Turki tidak hanya disorot karena aksi Galarza, tetapi juga karena adanya insiden pengusiran pemain yang cukup langka. Miguel Almiron dari Paraguay harus menerima kartu merah dari wasit dalam laga tersebut.

Keputusan wasit mengusir Almiron bukan disebabkan oleh pelanggaran fisik seperti tekel keras, melainkan karena pemain tersebut kedapatan menutup mulutnya saat sedang melakukan komunikasi verbal dengan pemain Turki, Mert Muldur. Hal ini menjadi sorotan karena terkait aturan baru FIFA.

"Miguel Almiron jadi pemain pertama dalam sejarah kompetisi internasional sebagai korban aturan baru FIFA," demikian disampaikan dalam analisis pertandingan tersebut. Aturan terbaru ini bertujuan untuk meminimalisir tuduhan ofensif yang sulit dibuktikan tanpa adanya rekaman audio yang jelas.

Regulasi FIFA yang terbaru menyatakan bahwa pemain dapat diganjar kartu merah apabila terbukti menutup mulut saat berbicara, sebab kata-kata yang terucap menjadi sulit diidentifikasi secara pasti oleh pihak berwenang. Keputusan ini diambil untuk mencegah kesalahpahaman yang mungkin timbul dari komunikasi tertutup.