HOTNEWS.ID - Fenomena politik unik kini mewarnai lanskap India, di mana sebuah partai yang lahir dari respon satir terhadap komentar pejabat publik, mendadak turun ke jalanan. Partai yang menggunakan simbol kecoak ini secara serius menyampaikan tuntutan agar salah satu menteri di pemerintahan India mengundurkan diri.
Aksi protes ini merupakan sebuah gerakan yang bermula dari reaksi terhadap ucapan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant. Komentar tersebut dinilai menyindir para pemuda India, memicu reaksi yang tidak terduga dari masyarakat.
Inisiator di balik pembentukan Partai Kecoak ini adalah seorang pria bernama Abhijeet Dipke, yang berusia 30 tahun. Latar belakang pendidikannya yang merupakan lulusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston di Amerika Serikat, memberinya perspektif unik dalam merespons isu sosial.
Ide pembentukan partai ini muncul sebagai tanggapan langsung atas pernyataan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant. Abhijeet Dipke melihat adanya celah untuk menyuarakan aspirasi melalui cara yang tidak konvensional namun tetap berdampak.
"Partai ini lahir sebagai respons atas ucapan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant," demikian kutipan yang disampaikan terkait inisiasi gerakan ini.
Gerakan Partai Kecoak ini tidak hanya berhenti pada tataran diskusi daring, melainkan telah berkembang menjadi aksi nyata di jalanan. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menyampaikan tuntutan politik yang sedang diusung.
Lokasi spesifik aksi protes ini belum dirinci lebih lanjut dalam laporan awal, namun partisipasinya di jalanan mengindikasikan bahwa gerakan ini mulai mendapatkan perhatian publik.
Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Tanggal ini menjadi penanda dimulainya fase aksi nyata dari Partai Kecoak yang sebelumnya hanya sebuah respons satir.
Alasan utama di balik aksi ini adalah tuntutan agar salah satu menteri di India mengundurkan diri. Tuntutan tersebut berakar dari komentar kontroversial yang dilontarkan oleh pejabat tinggi negara.