HOTNEWS.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait eskalasi potensi konflik di Ukraina. Ia menyoroti adanya indikasi kerja sama yang semakin erat antara Rusia dan Korea Utara.
Sorotan utama kekhawatiran ini adalah potensi pengerahan sekitar 30.000 tentara tambahan dari Korea Utara untuk memperkuat barisan pasukan Rusia di medan perang Ukraina. Pernyataan ini disampaikan oleh Zelensky kepada publik.
"Kami juga melihat adanya kerja sama antara Rusia dan Korea Utara. Rusia ingin mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara lagi," kata Zelensky.
Pernyataan tegas ini dilansir oleh Reuters pada Minggu, 26 Juli 2026, menggarisbawahi tingkat keparahan situasi yang dihadapi Ukraina.
Lebih lanjut, Zelensky merinci bahwa berdasarkan perjanjian pakta pertahanan bersama yang telah terjalin, Korea Utara sebelumnya telah mengirimkan kontingen pasukannya. Sekitar 14.000 tentara dari negara tersebut dilaporkan telah dikirim ke wilayah Kursk, Rusia.
Pengerahan tentara Korea Utara tersebut diketahui terjadi pada tahun 2024. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan militer bagi Moskow dalam menghadapi serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh pasukan Ukraina di wilayah tersebut.
Langkah ini mengindikasikan adanya dinamika baru dalam aliansi militer di tengah konflik yang berkepanjangan, menimbulkan pertanyaan baru mengenai implikasinya.
Dikutip dari Reuters, Zelensky menyampaikan pandangannya mengenai potensi pergerakan pasukan Korea Utara.
Dikutip dari Reuters, Zelensky menyatakan bahwa Rusia berupaya untuk mendatangkan tambahan sekitar 30.000 tentara dari Korea Utara.