HOTNEWS.ID - Topan Bavi dilaporkan mulai menghantam wilayah pesisir Tiongkok bagian timur pada Sabtu malam, membawa serta angin kencang yang mengancam keselamatan warga. Kekuatan badai ini memaksa jutaan orang untuk meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat berlindung yang aman.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.20 waktu setempat, ketika Topan Bavi mendarat di Provinsi Zhejiang. Lokasi pendaratan ini menjadi titik awal dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan akan meluas.
Menurut observatorium meteorologi setempat, Topan Bavi tercatat membawa pusaran angin dengan kecepatan mencapai 144 kilometer per jam saat mendarat. Kecepatan angin ini menunjukkan intensitas badai yang signifikan.
"Topan Bavi mendarat sekitar pukul 23.20 Sabtu malam di Provinsi Zhejiang," demikian informasi yang dikutip dari kantor berita resmi Xinhua.
Badai tropis ini diprediksi akan melanjutkan perjalanannya ke arah barat laut, meskipun diperkirakan akan mengalami pelemahan seiring waktu. Pergerakan ini menjadi perhatian otoritas setempat dalam memprediksi area terdampak selanjutnya.
Sebelum mencapai daratan Tiongkok, Topan Bavi telah memberikan dampak di wilayah lain. Badai ini diketahui telah menghantam Taiwan bagian utara dan juga pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang.
Di Taiwan dan Jepang, dampak awal topan meliputi tumbangnya pepohonan akibat hembusan angin kuat. Selain itu, puluhan ribu rumah dilaporkan mengalami kehilangan aliran listrik, mengganggu aktivitas sehari-hari warga di area terdampak.
"Mengutip observatorium meteorologi, topan tersebut membawa pusaran angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam," demikian disampaikan dalam laporan tersebut.
Penerbangan di sejumlah wilayah yang diperkirakan terdampak langsung oleh Topan Bavi juga dilaporkan mengalami pembatalan. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru.