HOTNEWS.ID - Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5,1 dilaporkan mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu dini hari. Kejadian ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Gempa yang terjadi ini memiliki pusat di dasar laut, sebuah kondisi yang kerap menjadi perhatian terkait potensi dampaknya. Kedalaman gempa ini tercatat pada 10 kilometer dari permukaan laut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi lembaga yang pertama kali menginformasikan kejadian ini kepada publik. Mereka merilis data awal mengenai kekuatan dan waktu terjadinya gempa.
Menurut informasi yang disampaikan oleh BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,1. Kejadian ini berlangsung pada tanggal 12 Juli 2026, tepatnya pada pukul 00:49:28 Waktu Indonesia Barat (WIB).
"Gempa Mag:5.1, 12-Jul-26 00:49:28 WIB," demikian tercantum dalam unggahan resmi BMKG di akun media sosial X. Pernyataan ini mengkonfirmasi detail teknis gempa yang terjadi.
Pihak BMKG juga telah memberikan keterangan penting terkait potensi bahaya yang menyertai gempa ini. Mereka secara tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pernyataan mengenai tidak adanya potensi tsunami ini disampaikan oleh BMKG melalui unggahan di akun X resminya. Informasi ini tentu melegakan masyarakat yang berada di wilayah pesisir.
"Gempa Mag:5.1, 12-Jul-26 00:49:28 WIB," demikian kutipan yang disampaikan oleh BMKG dalam unggahan di akun X resminya. Pernyataan ini menjadi rilis resmi pertama mengenai kejadian gempa tersebut.
Informasi mengenai gempa ini kemudian dikutip oleh sejumlah media berita. Salah satunya adalah detikcom, yang mempublikasikan detail kejadian ini pada Minggu, 12 Juli 2026.