HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia telah secara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar, Bali. Langkah ini diambil sebagai respons mendesak terhadap kondisi darurat sampah yang dihadapi pulau tersebut.
Proyek PSEL ini merupakan wujud nyata dari upaya transformasi pembangunan lingkungan di Indonesia. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih berkelanjutan untuk permasalahan sampah yang kompleks.
"Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam keterangan resmi pada Senin, 13 Juli 2026.
Menurut Qodari, Presiden RI Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya penanganan sampah sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan perhatian segera. Instruksi presiden menggarisbawahi perlunya pendekatan baru dalam penanganan sampah.
"Presiden RI Prabowo Subianto, kata Qodari, telah mengingatkan bahwa persoalan sampah merupakan permasalahan bersama yang harus segera diatasi. Qodari mengatakan Prabowo menginstruksikan penanganan sampah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama," demikian terkonfirmasi.
Pembangunan PSEL ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga untuk menghasilkan energi listrik yang bersih dan ramah lingkungan.
Dengan kapasitas yang direncanakan, PSEL Bali diharapkan mampu menampung hingga 1.500 ton sampah setiap harinya pada tahun 2027. Hal ini akan secara signifikan membantu pengelolaan sampah di wilayah Bali.
Proyek ini menjadi indikator komitmen pemerintah dalam mengadopsi teknologi modern untuk mengatasi tantangan lingkungan. Selain itu, ini juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber daya energi terbarukan.
"Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan," kata Muhammad Qodari.