HOTNEWS.ID - Situasi berat tengah dihadapi oleh Hong Myung Bo, pelatih tim nasional Korea Selatan, menyusul kegagalan timnya melaju lebih jauh di ajang Piala Dunia 2026. Kepulangan Taeguk Warriors ke tanah air diwarnai dengan reaksi keras dari publik Korea Selatan.

Korea Selatan harus mengakhiri partisipasinya di Piala Dunia 2026 hanya dengan mengoleksi tiga poin di fase grup, hasil yang dianggap jauh dari harapan. Kekecewaan publik ini kemudian berujung pada respons negatif yang ditujukan langsung kepada sang juru taktik berusia 57 tahun tersebut.

Dampak dari kegagalan ini ternyata cukup ekstrem, di mana media setempat melaporkan bahwa Hong Myung Bo telah menerima rentetan ancaman serius. Ancaman tersebut bahkan dilaporkan mencakup ancaman pembunuhan yang diterimanya belakangan ini.

Menurut publikasi dari media Korea Selatan, Chosun, dampak ancaman tersebut sudah mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari sang pelatih. "Restoran dan toko mulai mengumumkan memboikot [Hong Myung Bo] untuk masuk ke dalam. Kemudian di jagat maya muncul pula ancaman pembunuhan terhadapnya," tulis Chosun.

Saat rombongan timnas Korea Selatan tiba di bandara, suasana penyambutan jauh dari kata hangat. Terlihat jelas adanya spanduk-spanduk yang berisi pesan bernada negatif ditujukan kepada para pemain, termasuk Lee Kang In dan rekan-rekannya.

Kondisi di area kedatangan bandara semakin menunjukkan ketegangan yang terjadi. Dilansir dari unggahan Korea Now, terlihat bahwa penjagaan ketat harus diterapkan oleh aparat keamanan saat Hong Myung Bo melangkah keluar dari area bandara.

Untungnya, kedatangan timnas di tanah air berjalan tanpa adanya insiden fisik yang berarti, meskipun atmosfer di sekitar mereka sangat tidak bersahabat. Ini menjadi gambaran betapa besarnya tekanan yang dirasakan oleh timnas setelah hasil minor di turnamen global tersebut.

Kinerja Korea Selatan di Piala Dunia memang kerap menjadi sorotan tajam, mengingat mereka terakhir kali berhasil menembus babak semifinal pada edisi tahun 2002 lalu. Sejak saat itu, mereka kesulitan untuk melampaui babak 16 besar.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 ini sekaligus mengulang catatan buruk mereka di Piala Dunia 2014 dan 2018, di mana mereka juga harus tersingkir pada babak penyisihan grup. Pada Piala Dunia 2022, mereka sempat melaju ke 16 besar sebelum akhirnya takluk dari Brasil.