HOTNEWS.ID - Suasana di sepanjang jalan menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawajati, Jakarta Selatan, tampak didominasi oleh deretan panjang motor pengangkut sampah. Para petugas tampak sabar menunggu giliran untuk menurunkan tumpukan sampah yang telah mereka kumpulkan dari berbagai permukiman warga di Jakarta.
Pada siang hari tertentu, antrean kendaraan pengangkut sampah terlihat jauh lebih panjang dari biasanya, bahkan membentang hingga mendekati area Stasiun Duren Kalibata. Aroma khas yang menyengat langsung tercium ketika kendaraan berbelok dari Jalan Raya Kalibata menuju lokasi TPS Rawajati.
Di sisi kanan jalan utama, kendaraan-kendaraan pengangkut sampah berjejer rapi sementara para penariknya memilih duduk di trotoar sembari menunggu panggilan untuk membuang muatan. Di tengah keramaian antrean tersebut, Jenal Abidin turut duduk bersama para rekan kerjanya.
Jenal datang pada waktu yang relatif lebih siang dibandingkan hari-hari sebelumnya, mengakibatkan kendaraannya berada jauh di urutan belakang dalam barisan panjang tersebut. Kondisi ini memberinya waktu lebih untuk merenungkan perjalanan hidupnya selama ini.
Pria yang akrab disapa Jenal Abidin ini mendedikasikan hari-harinya untuk mencari nafkah dari material yang dibuang masyarakat di ibu kota. Pekerjaan ini, meskipun menantang, menjadi sumber utama penghidupan bagi keluarganya.
Dikutip dari sumber berita, Jenal kini tengah merasakan dampak positif dari dukungan finansial yang ia peroleh. Usahanya dalam mengolah dan menjual kembali sampah kini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Perkembangan ini dimungkinkan berkat akses permodalan yang didapatkannya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Fasilitas ini membantu Jenal meningkatkan skala usahanya.
"Ia datang lebih siang ke lokasi sehingga kendaraannya berada jauh di urutan belakang," menggarisbawahi situasi Jenal saat itu, yang harus bersabar menanti giliran di tengah antrean panjang truk sampah yang mengular.
Melalui dukungan KUR BRI ini, Jenal berharap dapat terus mengembangkan usahanya di sektor pengelolaan sampah, memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya.