HOTNEWS.ID - Dunia sepak bola Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Persija Jakarta, tengah berduka cita atas meninggalnya salah satu legenda terbaik mereka, Tan Liong Houw. Wafatnya sang legenda dipastikan terjadi pada hari Senin, 29 Juni.
Kabar duka ini disampaikan secara resmi oleh akun media sosial klub Persija Jakarta pada hari meninggalnya sang tokoh sepak bola nasional tersebut.
Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut menyampaikan penghormatan terakhirnya melalui unggahan resmi mereka kepada sosok yang telah mengabdi bagi klub.
"Selamat jalan, Tan Liong Houw," tulis Persija dalam unggahan tersebut, menunjukkan rasa kehilangan mendalam atas kepergiannya.
Persija Jakarta juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan oleh Tan Liong Houw selama masa baktinya di klub.
"Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Persija. Perjuanganmu akan selalu dikenang, namamu akan selalu terukir dalam sejarah, dan pengabdianmu akan senantiasa hidup di hati keluarga besar Macan Kemayoran," bunyi kutipan resmi dari Persija Jakarta.
Tan Liong Houw, yang juga dikenal dengan nama Latief Harris Tanoto, merupakan salah satu bintang Persija Jakarta pada era tahun 1950-an. Posisinya yang paling menonjol saat bermain adalah sebagai gelandang kiri yang sangat berpengaruh di lini tengah.
Sosok kelahiran 26 Juli 1930 ini dikenal sangat piawai mengontrol permainan di lini tengah Macan Kemayoran, sebagaimana disebutkan dalam situs resmi Persija. Kelincahan dan keberaniannya dalam duel perebutan bola di lapangan membuatnya dianugerahi julukan "Macan Betawi" oleh para suporter Persija.
Setelah menorehkan prestasi gemilang bersama Persija, termasuk membawa klub menjuarai Liga Indonesia tahun 1954 setelah mengalahkan PSMS Medan, Tan Liong Houw kemudian mendapat panggilan untuk membela Tim Nasional Indonesia.