HOTNEWS.ID - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 telah menghasilkan delapan tim pertama yang harus mengemas koper dan mengakhiri perjalanan mereka dalam turnamen akbar tersebut. Salah satu tim yang tersingkir adalah Republik Demokratik Kongo (RD Kongo), setelah menelan kekalahan dari Inggris.
Pertandingan krusial yang menentukan nasib RD Kongo tersebut berlangsung di Stadion Atlanta pada hari Kamis, 1 Juli. Kekalahan ini resmi menempatkan skuad "Leopards" ke dalam daftar negara yang terhenti di fase gugur ini.
RD Kongo berhasil melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sebuah pencapaian yang patut diperhitungkan. Mereka bahkan sempat memberikan kejutan besar kepada Inggris dengan mencetak gol pembuka melalui Brian Cipenga pada menit ketujuh laga.
Pemain seperti Yoane Wissa dan rekan-rekannya berhasil menyulitkan Inggris sepanjang babak pertama dan terus memberikan tekanan hingga jeda minum di tengah babak kedua. Performa tersebut menunjukkan bahwa RD Kongo bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.
Namun, setelah jeda tersebut, situasi berbalik menjadi sulit bagi wakil Afrika tersebut. Dua gol balasan dari Harry Kane, yang dicetak pada menit ke-75 dan menit ke-86, memastikan kemenangan Inggris dan mengakhiri mimpi RD Kongo di Piala Dunia 2026.
Perjalanan RD Kongo di turnamen ini sebenarnya cukup mengesankan, mengingat mereka tidak termasuk tim unggulan utama. Mereka sebelumnya berhasil menahan imbang Portugal 1-1 dan hanya kalah tipis 0-1 dari Kolombia.
Kemenangan penting 3-1 atas Uzbekistan di laga terakhir grup memastikan mereka menempati posisi ketiga klasemen Grup K dan mengamankan satu tiket ke babak 16 besar. Kekalahan dari Inggris ini menutup kiprah mereka.
RD Kongo bergabung dengan sejumlah negara lain yang juga tersingkir di babak ini, termasuk nama-nama besar seperti Jepang, Jerman, dan Belanda. Meskipun tersingkir, penampilan mereka meninggalkan kesan positif.
Kekalahan tipis RD Kongo dari Inggris tersebut dinilai tidak meninggalkan kesan buruk bagi banyak pengamat, terutama karena mereka sempat memimpin dan secara konsisten merepotkan tim sekelas Inggris. Dilansir dari CNN Indonesia, terlihat pemain-pemain RD Kongo seperti Edo Kayembe dan Yoane Wissa menunjukkan kekecewaan mendalam setelah peluit akhir berbunyi.