HOTNEWS.ID - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyambut positif arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pembinaan olahraga nasional. Arahan ini berfokus pada implementasi pusat pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang serta skema anggaran multiyears yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet Indonesia.

Ketua Umum PB PABSI, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa inisiatif penguatan sistem pembinaan nasional yang digagas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir ini merupakan fondasi krusial yang selama ini sangat dibutuhkan oleh federasi olahraga.

Rosan menjelaskan bahwa pencapaian prestasi di kancah internasional tidak dapat dicapai secara instan, melainkan memerlukan sebuah proses pembinaan yang terencana dengan baik, konsisten, dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Ia juga menyatakan bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, pembinaan yang berkelanjutan, serta kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus mendongkrak prestasi olahraga nasional dan melahirkan lebih banyak juara dunia di masa depan.

"PB PABSI menegaskan kesiapan untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam membangun sistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan, kompetitif, dan mampu mencetak generasi atlet masa depan yang membanggakan bangsa," ujar Rosan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Selasa (23/6).

Bagi cabang olahraga angkat besi, kebijakan ini sangat selaras dengan sistem pembinaan yang telah diterapkan oleh PB PABSI sejak tahun 2015. Sistem tersebut mengedepankan pelatnas jangka panjang yang berkesinambungan melalui pendekatan terpusat tanpa pemulangan atlet.

Sistem pembinaan terpusat ini mencakup pembinaan atlet secara menyeluruh, meliputi seluruh jenjang usia mulai dari level youth, junior, hingga senior. Pendekatan komprehensif ini meliputi latihan, nutrisi, pembinaan mental, serta dukungan sport science yang berkelanjutan.

"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan," tambah Rosan.

Rosan melanjutkan, "Sejak usia 14-15 tahun, atlet sudah dibina secara terpusat dengan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek latihan, gizi, pembinaan mental, serta dukungan sport science secara berkelanjutan," kata Rosan.