HOTNEWS.ID - Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Staf Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menarik paksa ajudannya menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini terjadi saat keduanya berada di lintasan lari Jogja Maraton.

Penyebab penarikan tersebut adalah ajudan yang bersangkutan kedapatan tidak mengenakan nomor bib peserta resmi yang seharusnya digunakan untuk mengikuti kegiatan maraton tersebut. Insiden ini kemudian terekam kamera dan menyebar luas di berbagai platform digital.

Peristiwa penarikan ajudan ini menarik perhatian publik karena melibatkan seorang pejabat militer tinggi dalam konteks acara olahraga publik yang ramai dihadiri masyarakat luas. Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai etika dan prosedur yang berlaku.

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Korem 072/Pamungkas segera memberikan keterangan resmi mengenai status permasalahan yang terjadi antara Danrem dan ajudannya. Mereka menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berlarut-larut dan telah ditangani dengan cepat.

Menurut Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, permasalahan yang timbul akibat kejadian tersebut telah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Ini menunjukkan adanya upaya mediasi internal yang efektif pasca insiden.

"Terjadi kesalahpahaman saja, dan sudah saling memaafkan," jelas Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito saat dihubungi. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa inti masalah adalah miskomunikasi, bukan konflik serius.

Dilansir dari detikJogja, pernyataan tersebut disampaikan oleh Mayor Inf Suwito pada hari Senin, 22 Juni 2026. Konfirmasi ini bertujuan untuk meluruskan narasi publik yang mungkin berkembang liar pasca penayangan video viral tersebut.

Penyelesaian secara kekeluargaan ini diharapkan dapat menjadi penutup isu dan memastikan bahwa hubungan kerja antara Danrem dan ajudannya tetap terjaga baik pasca kejadian di Jogja Maraton. Fokus kini bergeser pada penegasan pentingnya prosedur administrasi dalam acara resmi.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.