HOTNEWS.ID - Fenomena alam El Nino diprediksi akan membawa musim kemarau panjang yang berpotensi mengancam ketahanan pangan di sektor pertanian. Pemerintah Provinsi Banten menyadari betul potensi dampak negatif tersebut terhadap areal persawahan yang vital bagi masyarakat.

Menghadapi ancaman ini, Pemprov Banten telah merancang strategi antisipasi. Langkah konkret yang disiapkan adalah penyediaan dan pengoperasian pompa air di titik-titik strategis.

Tujuan utama dari penyediaan pompa air ini adalah untuk menjamin ketersediaan air di saluran irigasi. Hal ini sangat krusial mengingat musim kemarau seringkali menyebabkan menipisnya debit air sungai.

"Intinya, kita sudah menyiasati rencana," demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Arlan Marzan. Pernyataan ini menekankan kesiapan pemerintah dalam menghadapi skenario terburuk.

"Kalau misalkan benar-benar terjadi kemarau panjang dan air dari sungai tidak ada, kita akan memompa air agar sampai ke irigasi sehingga pasokan air tetap terjaga," imbuhnya. Kutipan ini menjelaskan secara rinci mekanisme kerja pompa air yang akan diandalkan.

Tindakan proaktif ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya di wilayah yang rentan terdampak kekeringan. Kesiapan ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian petani.

Pemerintah Provinsi Banten berupaya keras untuk memastikan bahwa sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi pedesaan, tetap berjalan stabil meskipun dihadapkan pada tantangan iklim yang ekstrem.

Upaya ini juga menunjukkan komitmen Pemprov Banten dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayahnya. Pengendalian kekeringan merupakan prioritas utama dalam agenda pembangunan pertanian daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Arlan Marzan, memberikan keterangan ini pada hari Minggu, 12 Juli 2026. Tanggal ini menandai periode penting dalam persiapan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih parah.