HOTNEWS.ID - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, memberikan pembelaan kepada pembalap muda Marco Bezzecchi. Pembelaan ini muncul pasca Bezzecchi mengalami cedera patah tulang selangka kiri saat menjalani sesi kualifikasi MotoGP Jerman.

Insiden yang menimpa Bezzecchi di Sachsenring, Jerman, ini telah memicu perdebatan panas di kalangan penggemar balap. Banyak pihak mengaitkan cedera tersebut dengan peristiwa kecelakaan yang melibatkan Bezzecchi dan Marquez di MotoGP Mandalika tahun sebelumnya.

Menanggapi narasi yang berkembang di media sosial tersebut, Marc Marquez secara tegas membantah adanya konsep karma dalam dunia balap motor. Ia menilai bahwa kecelakaan yang dialami Bezzecchi hanyalah bagian dari risiko yang melekat pada olahraga ini.

"Karma itu tidak ada," tegas Marc Marquez, merujuk pada berbagai tuduhan karma yang pernah dialamatkan kepadanya sejak tahun 2015. Ia menambahkan bahwa dirinya telah memenangkan enam gelar juara dunia setelah periode tersebut, yang menurutnya membuktikan bahwa karma bukanlah faktor penentu.

Marquez menekankan bahwa setiap pembalap di lintasan balap selalu mengambil risiko besar. Oleh karena itu, ia berharap yang terbaik untuk kesembuhan Marco Bezzecchi, tanpa perlu mengaitkannya dengan hal-hal di luar konteks persaingan olahraga.

Lebih lanjut, Marc Marquez mengingatkan bahwa dirinya tidak pernah menganggap Marco Bezzecchi sebagai penyebab utama cederanya yang sempat membuatnya melalui masa sulit di awal musim 2026. Hubungan keduanya tetap profesional meski sempat terlibat insiden.

"Saya sudah mengatakan untuk tidak menekan Marco sejak kecelakaan di Indonesia karena hal-hal seperti ini terjadi di balapan," ujar Marc Marquez, mengacu pada insiden di MotoGP Mandalika. Ia menekankan bahwa kecelakaan adalah hal yang lumrah dalam dunia balap.

Pernyataan ini disampaikan Marc Marquez sebagai upaya meredam spekulasi negatif yang tidak berdasar. Ia ingin fokus pada performa dan keselamatan para pembalap di lintasan, bukan pada narasi yang bersifat takhayul.

Dikutip dari Crash, Marc Marquez secara gamblang menyatakan bahwa "Karma tidak ada, dan seluruh pembalap mengambil risiko di lintasan. Dan tentunya kita semua berharap yang terbaik untuk Marco."