HOTNEWS.ID - Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Kamboja dalam kualifikasi Piala AFF 2026 memunculkan sebuah narasi menarik dari sudut pandang kepelatihan. Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengungkapkan adanya kekuatan kolektif dalam timnya yang ditopang oleh enam figur kepemimpinan.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari tersebut, John Herdman memilih untuk mengamati jalannya pertandingan dari kursi penonton di tribun. Keputusan ini diambilnya untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas terhadap dinamika permainan tim yang diasuhnya.

Herdman menyadari bahwa posisinya di pinggir lapangan dapat diisi oleh para pemain yang telah matang dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ia merasa kehadiran fisik pelatih di sisi lapangan tidak selalu menjadi faktor penentu dalam mengarahkan tim.

"Menurut saya, kami memiliki para pemimpin yang luar biasa dalam tim ini [Timnas Indonesia]," ujar Herdman mengomentari kekuatan skuadnya. Ia menambahkan bahwa ada enam orang yang secara aktif memimpin tim, dan peran mereka tidak selalu membutuhkan pendampingan langsung dari pelatih.

"Dan mereka tidak harus selalu didampingi pelatih," tegas Herdman. Ia melanjutkan, bahwa timnya mampu menunjukkan performa yang baik, bahkan mencetak gol tanpa kehadiran dirinya di sisi lapangan, yang menjadi bukti independensi para pemimpin di dalam tim.

"Seperti yang Anda lihat, tercipta tiga gol tanpa kehadiran pelatih di pinggir lapangan (tertawa)," ungkap Herdman. Ia melihat momen ini sebagai demonstrasi nyata bahwa timnya memiliki banyak sosok pemimpin yang dapat diandalkan.

Meskipun Herdman tidak secara spesifik menyebutkan keenam nama pemimpin tersebut, publik dapat berspekulasi berdasarkan komposisi tim. Kapten tim saat ini adalah Rizky Ridho, namun pemain senior seperti Jordi Amat, Nadeo Argawinata, Thom Haye, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama juga memiliki potensi untuk masuk dalam daftar tersebut mengingat usia dan pengalaman mereka.

"Ada kalanya mereka membutuhkan pelatih, namun malam ini bukan salah satunya," jelas Herdman mengenai kapan peran pelatih menjadi krusial. Ia menekankan bahwa terkadang, pemain tidak memerlukan instruksi langsung dari pinggir lapangan.

"Bagi saya, penting untuk mengamati pertandingan secara taktis dari sudut pandang berbeda," kata Herdman mengenai alasannya memilih berada di tribun. Pengamatan dari ketinggian memberikan pemahaman strategis yang berbeda terhadap alur permainan.