HOTNEWS.ID - Pemain Timnas Voli Putra Indonesia, Farhan Halim, menunjukkan optimisme tinggi mengenai perannya sebagai kapten tim dalam ajang SEA V Cup 2026 mendatang. Pemain berusia 25 tahun ini diposisikan sebagai tumpuan utama di sektor Outside Hitter Garuda.

Farhan yakin bahwa dengan persiapan yang matang, Timnas Voli Putra Indonesia mampu mempertahankan gelar juara yang telah diraih sebelumnya di level kompetisi Asia Tenggara tersebut. Keyakinan ini muncul seiring dengan dinamika tim yang sedang mengalami penyesuaian komposisi pemain.

Ia menyebutkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menyempurnakan ikatan dan pemahaman antar pemain atau chemistry tim. Hal ini penting menyusul bergabungnya kembali dua nama senior, yaitu Dio Zulfikri dan Sigit Ardian, ke dalam skuad.

"Tinggal menambah chemistry saja agar lebih bersatu setelah kedatangan Bang Dio [Zulfikri] dan Mas Sigit [Ardian]. Sebisa mungkin wujudkan target juara," kata Farhan saat ditemui di Bogor pada hari Kamis (9/7).

Farhan menilai bahwa masuknya tiga pemain berpengalaman—Dio Zulfikri (Setter), Sigit Ardian (Outside Hitter), dan Fahreza Rakha Abhinaya (Libero)—akan memberikan peningkatan signifikan pada kualitas tim secara keseluruhan.

Menurutnya, para pemain veteran ini akan berfungsi sebagai figur pengayom bagi anggota tim lainnya, sehingga tercipta suasana yang lebih suportif di dalam skuad. "Tentu membantu sekali karena buat saya pribadi mereka adalah pengayom jadi lebih merangkul pemain lainnya," ujar Farhan.

Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Reidel Toiran, turut memberikan pandangan positif terhadap pemanggilan kembali tiga pemain veteran tersebut menjelang SEA V Cup 2026. Pelatih asal Kuba ini meyakini dampak kehadirannya sangat positif.

"Untuk saat ini mereka paling baik untuk tim ini. Sejauh ini dari segi kompetisi, chemistry, mereka cocok dan bisa bawa performa tim naik," ucap Reidel Toiran.

Pelatih Reidel ingin memaksimalkan momentum motivasi tinggi yang dimiliki para atlet pasca menjuarai AVC Men's Championship 2026. Semangat tinggi ini dianggap sebagai modal berharga untuk menghadapi turnamen selanjutnya.