HOTNEWS.ID - What (Apa): Artikel ini mengupas tuntas makna filosofis yang terkandung dalam busana adat khas Pulau Dewata, Bali. Pakaian tradisional ini ternyata jauh lebih dari sekadar estetika visual semata.
Why (Mengapa): Busana adat Bali memiliki peran sentral sebagai representasi mendalam dari keyakinan, filosofi hidup, serta tatanan sosial masyarakat setempat. Hal ini menjadikan busana tersebut sarat akan nilai-nilai budaya yang luhur.
Where (Di Mana): Fokus pembahasan adalah pada busana tradisional yang digunakan oleh masyarakat Hindu Dharma yang mendiami wilayah Pulau Dewata, Bali. Lokasi ini menjadi jantung pelestarian nilai-nilai tersebut.
Who (Siapa): Pakaian adat ini secara khusus merefleksikan pandangan hidup masyarakat Bali yang berlandaskan ajaran Hindu Dharma. Mereka adalah penjaga utama warisan filosofis ini.
Why (Mengapa): Busana tersebut berfungsi sebagai cerminan nyata dari konsep fundamental dalam kebudayaan Bali, yaitu Tri Hita Karana. Konsep ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan.
What (Apa): Konsep Tri Hita Karana sendiri merujuk pada upaya harmonisasi hubungan antara tiga unsur utama. Ketiga unsur tersebut adalah hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antar sesama manusia, dan hubungan dengan alam semesta.
When (Kapan): Fungsi ritual dan simbolis dari setiap elemen busana ini menjadi sangat jelas terlihat ketika dikenakan dalam berbagai upacara adat yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat Bali. Momen upacara menjadi panggung utama manifestasi makna busana.
How (Bagaimana): Setiap kain yang dikenakan dan setiap ornamen yang melekat pada busana adat tersebut memiliki peran spesifik, baik secara ritualistik maupun simbolis. Tidak ada elemen yang dipasang tanpa memiliki maksud tertentu.
Dilansir dari INFOTREN.ID, busana tradisional Bali bukan sekadar penutup tubuh semata.