HOTNEWS.ID - Getaran gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,1 dilaporkan telah mengguncang wilayah Kabupaten Poso, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah. Kejadian alam ini memicu perhatian publik mengenai potensi bahaya yang menyertai guncangan tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi lembaga resmi yang memberikan informasi terkini mengenai dampak seismik yang terjadi. Informasi ini sangat penting untuk ketenangan dan kesiapan masyarakat setempat.

Peristiwa gempa ini secara spesifik tercatat pada hari Rabu, tanggal 17 Juni 2026. Penetapan waktu ini krusial untuk proses analisis lebih lanjut mengenai sumber dan mekanisme terjadinya pergeseran tektonik tersebut.

Pusat gempa berlokasi di wilayah Kabupaten Poso, yang merupakan salah satu daerah rawan aktivitas seismik di Indonesia. Meskipun demikian, BMKG telah melakukan evaluasi cepat terhadap kedalaman dan lokasi episentrum.

Setelah melakukan pemantauan awal, pihak BMKG segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai potensi bahaya sekunder. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepanikan massa yang mungkin mengkhawatirkan dampak lanjutan.

Keterangan resmi dari BMKG menegaskan bahwa guncangan yang terjadi tidak memiliki potensi untuk memicu terjadinya gelombang tsunami. Pernyataan ini disampaikan melalui kanal komunikasi resmi mereka untuk memastikan informasi sampai dengan cepat.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam akun X resminya, Rabu (17/6/2026), menegaskan bahwa situasi relatif aman dari ancaman bencana laut. Penegasan ini menjadi penutup kekhawatiran awal masyarakat pasca gempa.

Dilansir dari akun resmi BMKG di platform X, informasi mengenai status tidak adanya potensi tsunami ini disampaikan kepada publik pada hari Rabu tersebut. Hal ini menunjukkan kecepatan respons lembaga terkait.

Dikutip dari BMKG, informasi mengenai kekuatan gempa M 5,1 di Poso dan jaminan tidak adanya potensi tsunami merupakan hasil analisis data seismik yang cepat dan akurat.