HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa geologis tercatat terjadi di wilayah Aceh pada dini hari Selasa (30/6/2026). Kejadian ini berupa guncangan gempa bumi yang berkekuatan Magnitudo (M) 2,5.

Wilayah yang merasakan getaran gempa tersebut adalah Kabupaten Aceh Barat Daya. Meskipun kekuatannya tergolong kecil, peristiwa ini tetap menjadi perhatian otoritas terkait.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi sumber informasi resmi mengenai peristiwa seismik ini. Mereka mencatat waktu pasti terjadinya guncangan tersebut.

Menurut data BMKG, gempa bumi ini terjadi tepat pada Selasa dini hari, pukul 02.52 Waktu Indonesia Barat (WIB). Informasi waktu ini penting untuk pemetaan dampak yang mungkin terjadi.

Lebih lanjut, BMKG menginformasikan bahwa episentrum atau pusat gempa ini berada di kawasan daratan. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber getaran tidak berasal dari aktivitas tektonik bawah laut.

Terkait koordinat geografis, BMKG menyebutkan bahwa lokasi gempa berada pada posisi 3,90 derajat lintang utara dan 97,13 derajat bujur timur. Koordinat ini membantu para ahli geologi dalam menganalisis sumber gempa.

Menjelaskan secara lebih spesifik mengenai titik pusatnya, BMKG menyatakan bahwa lokasi tersebut berada di sekitar wilayah Blangpidie. "19 kilometer timur laut Blangpidie, Aceh Barat Daya," kata BMKG.

Dikutip dari BMKG, informasi mengenai kekuatan dan lokasi episentrum ini disebarluaskan untuk memberikan pemahaman yang akurat kepada masyarakat mengenai kondisi geologis saat itu.

Dilansir dari BMKG, BMKG berupaya memastikan bahwa data yang disampaikan kepada publik selalu berdasarkan hasil pengukuran instrumen seismograf yang kredibel.