• HOTNEWS.ID - Inovasi pendidikan yang tak lazim kini tengah menjadi sorotan di Salamanca High School, New York, sebuah institusi yang berlokasi di wilayah Allegany, tanah adat Bangsa Seneca. Sekolah ini berencana untuk mengadopsi teknologi canggih sebagai bagian dari program percontohan terbaru mereka.

Program percontohan ini mencakup pengenalan robot humanoid yang dirancang untuk berinteraksi di lingkungan belajar siswa. Langkah ini diharapkan dapat membawa sentuhan futuristik ke dalam proses belajar mengajar.

Lebih dari sekadar robot, rencana sekolah ini juga melibatkan penggunaan asisten pengajar yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan adaptif bagi para siswa.

Namun, rencana ambisius ini tidak serta-merta disambut baik oleh seluruh pihak di sekolah. Para tenaga pendidik justru menyuarakan keberatan mereka terhadap kehadiran robot yang memiliki kemiripan fisik dengan manusia di ruang kelas.

Para guru mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap introduksi robot humanoid dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Mereka memandang bahwa teknologi ini berpotensi menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran baru di kalangan siswa maupun staf pengajar.

"Kami menyambut baik inovasi teknologi, namun kami memiliki pertanyaan mendalam mengenai bagaimana robot ini akan berintegrasi dengan kebutuhan siswa dan peran guru," ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak rekannya.

Kekhawatiran lain yang muncul adalah mengenai dampak jangka panjang dari penggunaan AI sebagai asisten pengajar. Para guru khawatir akan adanya potensi perubahan fundamental dalam interaksi manusiawi di kelas.

"Peran seorang guru lebih dari sekadar penyampai materi; ada aspek emosional dan personal yang tidak bisa digantikan oleh mesin," kata guru lain yang turut menyampaikan aspirasinya, menekankan pentingnya sentuhan personal dalam pendidikan.

Pihak sekolah sendiri belum memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme implementasi dan kurikulum yang akan menyertai penggunaan robot dan AI ini. Hal ini semakin menambah spekulasi dan kekhawatiran di kalangan para pendidik.