HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (1/7/2026). Penguatan ini menandai akhir minggu yang positif bagi pasar modal Indonesia, dengan beberapa saham papan atas mencatatkan kenaikan signifikan hingga sesi sore.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil mengakhiri hari dengan kenaikan sebesar 0,92%. Posisi penutupan tercatat di level 5.695,12 setelah sepanjang hari bergerak fluktuatif antara 5.607,45 hingga mencapai puncaknya di 5.737,74.
Secara agregat, mayoritas saham memberikan kontribusi positif pada penguatan indeks tersebut. Tercatat sebanyak 391 saham membukukan kenaikan harga, sementara 263 saham mengalami pelemahan, dan 305 saham lainnya bertahan stagnan.
Dari kelompok saham LQ45, lonjakan harga paling mencolok ditunjukkan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), yang melesat hampir 17% ke posisi Rp620. Kinerja impresif ini diikuti oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang menguat 10,39% ke Rp510.
Pergerakan positif juga terlihat pada PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), yang berhasil menguat 7,39% menjadi Rp1.380 per saham. Selain itu, saham-saham lain seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) juga turut mencetak kenaikan di rentang 4,85% hingga 5,10%.
Namun, tidak semua saham menikmati euforia kenaikan, beberapa emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Di antaranya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang turun 6,76% ke Rp3.170 dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 4,24% ke level Rp22.025.
Menatap perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), tim riset MNC Sekuritas memberikan pandangan teknikal yang mempertimbangkan adanya potensi koreksi. "Posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5,472-5,540," demikian tertulis dalam riset mereka pada Kamis (2/7/2026).
MNC Sekuritas juga menyebutkan adanya skenario alternatif yang harus dicermati oleh investor. "Cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (2/7/2026).
Level kunci teknikal yang perlu diperhatikan adalah support IHSG yang berada di 5.486 dan 5.317, sementara level resistance terdekat dipatok di 6.007 dan 6.286. Dilansir dari Bisnis.com, analis BRI Danareksa Sekuritas juga memiliki pandangan serupa mengenai tren jangka pendek.