HOTNEWS.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, tanggal 2 Juli 2026, diperkirakan akan bergerak secara terbatas atau mengalami konsolidasi. Rentang pergerakan yang diproyeksikan oleh analis berada di antara level 5.600 hingga 5.800 poin.
Hal ini disebabkan oleh adanya bayang-bayang kekhawatiran dari sejumlah indikator ekonomi domestik yang menunjukkan adanya pelemahan signifikan. Sentimen negatif dari data-data tersebut diperkirakan masih akan mendominasi persepsi pasar dalam jangka pendek.
Tim riset dari Phintraco Sekuritas menyampaikan pandangan teknikal mereka mengenai kondisi pasar saham saat ini. "Secara teknikal ruang pergerakan IHSG masih terbatas," tulis tim riset tersebut dalam analisis mereka pada Kamis, 2 Juli 2026.
Sentimen utama yang membebani pergerakan IHSG adalah hasil buruk dari beberapa data ekonomi Indonesia yang telah dirilis pada hari sebelumnya, Rabu, 1 Juli 2026. Data-data ini menimbulkan spekulasi mengenai kondisi fundamental perekonomian nasional.
Akibat dari sentimen negatif tersebut, tim riset Phintraco Sekuritas menyimpulkan proyeksi pergerakan indeks ke depan. "Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang berkonsolidasi pada kisaran 5.600-5.800," jelas mereka dalam keterangan resminya hari itu.
Salah satu data yang menjadi perhatian adalah capaian aktivitas manufaktur nasional yang kembali mengalami kontraksi. Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tercatat turun menjadi 46,9 pada Juni 2026, menurun dari posisi 50,0 pada bulan Mei 2026.
Angka di bawah level 50 tersebut secara eksplisit menandakan bahwa aktivitas industri manufaktur Indonesia kembali berada di bawah zona ekspansif. Hal ini mengindikasikan adanya perlambatan dalam sektor produksi barang.
Sementara itu, tekanan inflasi juga menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar. Tingkat inflasi tahunan untuk periode Juni 2026 tercatat sebesar 3,34% secara tahunan (year on year/YoY).
Angka inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang berada di 3,08% pada Mei 2026. Angka tersebut juga melampaui ekspektasi yang dipatok oleh pasar, yakni sebesar 3,2%.