HOTNEWS.ID - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru-baru ini menyampaikan pengakuan yang signifikan mengenai kondisi geopolitik negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran saat ini tengah terlibat dalam sebuah konflik yang ia gambarkan sebagai "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Presiden Pezeshkian dalam sebuah pertemuan penting dengan para pejabat di sektor peradilan. Acara tersebut dilangsungkan di ibu kota Iran, Teheran, pada hari Senin, 20 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Pezeshkian menekankan kepada para hadirin mengenai realitas situasi yang dihadapi negaranya. Ia secara eksplisit mengemukakan bahwa Iran tidak sedang berada dalam kondisi damai.

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Presiden Masoud Pezeshkian, sebagaimana dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan. Pernyataan ini menggarisbawahi tingkat ketegangan yang dirasakan oleh pemerintah Iran.

Lebih lanjut, Presiden Pezeshkian menggarisbawahi pentingnya kesiapan bagi seluruh elemen bangsa. Baik pemerintah maupun masyarakat umum, menurutnya, harus mempersiapkan diri secara matang.

Hal ini dikarenakan, kesiapan tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai macam konsekuensi yang mungkin timbul dari konflik yang sedang berlangsung. Konsekuensi ini diprediksi akan sangat terasa dampaknya.

Fokus utama dari dampak yang diantisipasi oleh Presiden Pezeshkian adalah pada sektor ekonomi. Ia secara khusus menyoroti bahwa perekonomian Iran akan menjadi salah satu area yang paling terpengaruh oleh situasi perang skala penuh ini.

Pesan tersebut disampaikan oleh Presiden Pezeshkian kepada otoritas peradilan di Teheran pada Senin, 20 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi forum krusial untuk menyampaikan penilaian strategis mengenai hubungan bilateral Iran-AS.

Informasi mengenai pernyataan Presiden Pezeshkian ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita internasional AFP. Pelaporan tersebut dilakukan pada hari Selasa, 21 Juli 2026, memberikan sorotan global terhadap perkembangan terkini di Iran.