HOTNEWS.ID - Ketegangan geopolitik kembali memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur perairan vital Selat Hormuz. Iran, melalui pernyataan resminya, telah melayangkan desakan agar semua kekuatan militer asing segera menarik diri dari wilayah tersebut dan area sekitarnya.

Hal ini disampaikan sebagai langkah proaktif untuk mencegah insiden keamanan yang tidak terduga yang dapat memicu konflik bersenjata. Iran menegaskan bahwa kehadiran militer asing yang berkelanjutan di sana membawa risiko signifikan bagi stabilitas regional.

Pernyataan keras ini datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang secara spesifik menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kehadiran armada asing tersebut. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya frekuensi patroli dan manuver militer di perairan strategis tersebut.

Araghchi menyampaikan pandangannya melalui platform media sosial X pada hari Rabu, 10 Juni 2026, yang kemudian menjadi sorotan internasional. Ia menekankan bahwa Selat Hormuz memiliki status hukum yang spesifik terkait kepemilikannya.

"Selat Hormuz BUKAN merupakan perairan internasional tetapi terbagi antara Iran dan Oman," tegas Araghchi, menggarisbawahi klaim kedaulatan teritorial Iran atas sebagian perairan tersebut, dikutip dari AFP.

Ia kemudian menjelaskan bahwa interaksi antara pasukan asing dengan wilayah yang diklaim Iran sangat rentan terhadap kesalahan interpretasi atau insiden tak terduga. Kehadiran mereka meningkatkan potensi terjadinya ketegangan yang tidak terkendali.

"Pasukan asing yang berada di dekat wilayah kami selalu menghadapi risiko karena kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau potensi terjebak dalam baku tembak," tambah Araghchi, sebagaimana dikutip dari AFP.

Sebagai solusi definitif untuk meredakan potensi konflik dan menjaga keamanan maritim, Iran menawarkan langkah konkret yang harus diambil oleh pihak-pihak terkait. Ia menyarankan penarikan penuh sebagai cara paling efektif untuk mengurangi potensi bahaya tersebut.

"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik bagi mereka adalah meninggalkan lokasi," pungkasnya dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun X pribadinya, dikutip dari AFP.